Langsung ke konten utama

KKL atau Karya Wisata ?



Kominfo

Rabu (14/11/2018), sekitar pukul 08.00 WIB rombongan kami, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Pancasakti Tegal angkatan 2016 tiba di kantor dinas Kominfo setelah malam sebelumnya menempuh perjalanan darat dari Tegal menuju Jakarta. Jumlah kami 31 orang dengan 3(tiga) dosen pendamping, yaitu Diryo Suparto, M.Si., Ike Desi Florina, M.I.Kom. dan Itsna Hidayatul Khusna, M.A.

Pada kunjungan pertama kami menuju ke Kominfo pada hari Rabu 14 November 2018, rombongan kami diterima dengan hangat oleh Bapak Sugeng selaku perwakilan dari Biro Humas Kominfo. Oh iya selain rombongan kami, ada juga teman dari kampus lain yakni dari Universitas Kristen Petra Surabaya yang berkunjung di waktu yang sama.Pada kesempatan kali ini, kami mendengarkan penjelasan tentang dampak negatif dari internet, hoax dan UU ITE. Inti dari materi yang dijelaskan oleh Kominfo yaitu untuk bijak dalam bersosial media.

Selain itu, Kominfo juga memberikan informasi bahwa mereka mengadakan sebuah program yaitu program aduan konten negatif yang beredar di dunia maya yang bisa di akses melalui Instagram, E-mail, Twitter ataupun Whatsapp. Aduan konten ini disediakan kominfo untuk menjawab keresahan masyarakat terhadap informasi-informasi dari dunia maya yang dinilai meresahkan masyarakat. Namun, Kominfo menghimbau bahwa tidak semua laporan ditindaklanjuti, hanya laporan yang sianggap melanggar saja yang akan ditindaklanjuti sesuai peraturan yang ada.

Setelah dari Kominfo, Kunjungan instansi kedua kami menuju ke MullenLowe Indonesia pada pukul 15.00 WIB. MullenLowe Indonesia sendiri adalah salah satu cabang dari agensi periklanan internasional MullenLowe yang berpusat di Boston, Massachusetts. Dari kunjungan ini, kami diajak untuk mengenal lebih dalam tentang MullenLowe Indonesia. MullenLowe Indonesia ini dulunya dikenal dengan nama LINTAS lalu kurang lebih 3 tahun belakangan berubah nama menjadi MullenLowe Indonesia.

Selain itu, pemateri juga memberikan penjelasan tentang 360 degree of marketing.

Apa itu 360 degree of marketing ????



360 degree of marketing singkatnya adalah melakukan komunikasi kepada konsumen melalui berbagai media channel komunikasi, dari konsumen bangun sampai tidur atau bahkan sampai ke alam mimpi konsumen, misal konsumen hanya mendengar produk minuman A, dari mulai menghidupkan TV ada iklan produk A, pergi ke kantor atau sekolah dengar radio tentang produk A, sampai mau nongkrong sama teman-temannya mengajak ke event produk A.

Intinya strategi ini adalah menjangkau segala aspek kehidupan yang bisa menjangkau konsumen dari bangun tidur sampai tidur lagi agar selalu ingat dengan produk mereka. 360 degree of marketing ini dalam materi/teori di Ilkom khususnya Komstrag adalah IMC (Integrated Marketing Communication). Sebenarnya sama aja sih, mungkin 360 degree of marketing lebih ke praktisinya langsung yah sedangkan IMC bahasa teorinya di Ilkom. ☺☺☺

Perjalanan kita lanjut ke area wisata di Lembang, Bandung. Wisata pertama yang kita kunjungi adalah Floating Market, pasar ini bukan seperti pasar pada umumnya yang berada di dararat, pasar ini berada di atas air dengan para pedagang yang berjualan di atasnya seperti di Thailand. Jadi, tidak perlu jauh-jauh ke Thailand cukup ke Bandung aja kamu bisa merasakan sensasi pasar terapung.

Tiket masuk bisa di tukar dengan segelas minuman, ada kopi, susu, milo dkk. Lalu untuk membeli makanan, minuman dll kita diharuskan memakai koin yang bisa ditukar di loket terdekat. Selain floating market itu sendiri, di sekitarnya terdapat area/spot untuk berfoto ria. Ada kota mini, taman angsa, rainbow garden, bermain sepeda dan sampan air, dan juga ada area kyotoku wisata Jepang.








Wisata kedua yang kami kunjungi adalah farm house. Bagi pecinta selfie, banyak banget di sini spot-spot foto yang wajib kamu abadikan di sini,. Spot yang bisa kamu kunjungi ada tempat wisata gaya eropa, rumah kurcaci, taman bunga, berfoto dengan hewan-hewan yang lucu dan sudah jinak, pasang gembok cinta di jembatan cinta, dan disini juga terdapat oleh-oleh dan pusat belanja juga. 




Seperti di floating market, di sini tiket juga bisa ditukar dengan secangkir susu fresh di loket. Disini juga ada baju ala eropa yang bisa di sewa untuk berfoto ala orang-orang Eropa dengan membayar sekitar Rp. 75 ribu/Jam dan boleh kamu pakai untuk keliling farm house asal jangan di bawa pulang.
Wisata ketiga kita berkunjung ke Trans Studio Bandung. Disini saya hanya mencoba 2 wahana karena memang kurang suka ke area seperti ini, ikut ke 2 wahana itu saja karena teman saya ☺☺☺
Kunjungan terakhir kami ke Sentral Industri Sepatu Cibaduyut, saya mengira di sini harganya murah-murah karena sentranya sepatu tapi ternyata sama aja seperti yang ada di mall-mall. Jadi saya hanya membeli baju yang 100 ribu dapat 5 dan jajanan buat oleh-oleh sanak saudara ☺☺
Setelah ke Cibaduyut kita melanjutkan ke area jajanan oleh-oleh sambil istirahat di rest area dan melanjutkan perjalanan pulang ke Tegal.




Hai saya ukha. Saya suka membaca novel dan manhwa korea

Komentar